(Rabu, 27/05/2020) Dalam sidak Komisi IV DPRD Tangerang Selatan, Aji Bromokusumo – Fraksi PSI DPRD Tangerang Selatan yang ada di Komisi IV, menemukan berbagai kejanggalan di lapangan. Temuan pertama adalah bedanya keterangan orang-orang lapangan Dinas Lingkungan Hidup yang mendampingi para anggota Komisi IV sampai ke titik lokasi jebolnya turap. “Orang-orang lapangan menyampaikan bahwa tiang pancang pondasi turap masuk ke dalam tanah sedalam 9 (sembilan) meter, ketinggian turap 2 (dua) meter, sehingga total 11 (sebelas) meter padahal ketinggian sampah sudah lebih dari 15 (limabelas) meter. Dari pengamatan saya sekilas, tumpukan sudah lebih dari 15 meter itu”, kata Aji di lapangan. “Namun menurut Kabid Wismansyah, tiang pancang pondasi masuk ke dalam tanah 11 (sebelas) meter, ditambah ketinggian turap sehingga total 13 (tigabelas) meter”, sambung Aji lebih lanjut. Sidak Komisi IV ini terdiri dari Ketua Komisi IV dan 3 (tiga) orang anggota komisi.

Ambrolnya turap sepanjang sekitar 100 meter yang tertarik sampai ke sungai, menyisakan posisi turap di titik asalnya. Kejanggalan berikutnya adalah, tidak satu titik pun terlihat struktur besi beton dinding turap yang patah tertarik longsoran sampah, ataupun patahan tiang pancang, tidak mungkin tak terlihat sama sekali apalagi kedalaman entah 9 meter atau 11 meter yang tersambung dengan dinding turap 2 meter ke atas, demikian pengamatan Aji. “Sisa turap yang masih ada juga terlihat kacau, melengkung di sana sini, doyong di sana sini”, tambah Aji lagi.

Proyek senilai Rp. 23.851.489.070,51 harus ditelusuri. Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan masyarakat jelas dirugikan dari berbagai aspek. Aspek finansial jelas dirugikan, apakah sudah sesuai pengerjaannya? Aspek sosial dan lingkungan jauh lebih besar kerugiannya, yang tidak bisa diukur dengan nominal uang.

Dalam kesempatan berbincang dengan Kabid Wismansyah, Aji menyampaikan dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi IV, “Kami meminta seluruh dokumen kontrak perjanjian pembangunan turap tersebut, lengkap dengan dokumen perencanaan, DED, perhitungan, pelaksanaan, pengawasan dan finalisasi, bagaimana syarat dan ketentuan, bagaimana termin pembayaran, bagaimana retensi, akan kami bawa di Komisi IV untuk didalami lebih jauh, kata Aji kepada Wismansyah, yang menjanjikan akan segera menyampaikan ke Kepala Dinas. “Kami berharap semoga seluruh dokumen itu sesegera mungkin disampaikan ke Komisi IV”, tegas Aji sebelum meninggalkan tempat bersama rekan Komisi IV lainnya.

 

2 Comments

Leave a Reply