Menyikapi rencana Kemendikbud membuka kembali sekolah di pertengahan Juli. Dinas Pendidikan Tangerang Selatan mengeluarkan kebijakan persiapan kembali ke sekolah. Jenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP akan mulai buka kembali 13 – 15 Juli 2020 sebagai awal TP/MPLS dan dilanjutkan dengan melaksanakan pembelajaran secara normal dan ditawarkan tiga alternatif skenario Pembelajaran.

Di tengah banyak kekhawatiran orangtua siswa, masyarakat, ahli pendidikan dan ahli kesehatan rasanya kebijakan membuka sekolah di tengah situasi yang belum pasti, masih ada pasien positif dan masih bertambahnya kasus pasien meninggal akibat Covid -19 kurang tepat. Apakah yakin pandemi ini akan hilang dan berhenti akhir Juni? Potensi besar bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, bahkan cenderung menjadi endemi. Demikian dikatakan oleh Alex Prabu, anggota Komisi 2 DPRD Tangerang Selatan dari Fraksi PSI.

Alex Prabu juga mengingatkan bahwa apa yang terjadi di Prancis bisa jadi peringatan yang harus diantisipasi. Selama seminggu sekolah dibuka setelah pelonggaran karantina wilayah itu malah menambah 70 kasus positif Virus Corona Covid-19 di kalangan siswa. Akibatnya, banyak taman kanak-kanak dan sekolah dasar ditutup kembali.

Bahkan sangat mungkin peristiwa serupa akan terjadi di sekolah kita. Mengingat tingkat kedisiplinan dan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan selama PSBB masih rendah. Demikian hasil pengamatan Alex Prabu.

Sebaiknya Pemkot melakukan sosialisasi terlebih dahulu pada kepala sekolah atau pengurus yayasan pendidikan dengan berpedoman berpedoman new normal pada dunia persekolahan mengacukan pada tahapan panduan UNICEF, Ikatan Dokter Anak Indonesia serta Gugus Tugas Penanganan Covid 19. Setelah semuanya dianggap sudah siap dengan perubahan kebiasaan baru new normal pada dunia pendidikan dan memungkinkan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka, maka sekolah bisa dibuka kembali dengan penuh kehati-hatian sehingga target tanggal masuk kembali sekolah harus fleksibel dan bersifat Tentatif. Prinsip kesehatan dan keselamatan siswa dan guru harus menjadi titik perhatian.

Pemkot Tangerang Selatan harus membantu sekolah negeri maupun swasta yang dirasakan kurang mampu memenuhi tuntutan new normal yang sudah pasti banyak memerlukan biaya untuk melengkapi software(sdm, pelatihan dan panduan Kegiatan Belajar Mengajar) dan hardware (semua peralatan sesuai protokol kesehatan) sebagai prosedur baru di era baru, pungkas Alex Prabu.

 

Leave a Reply