Skip to main content
Ketua Divisi Kesehatan, Aksi Sosial dan Tanggap Bencana DPD PSI Tangerang Selatan (Tangsel) dr. Dwi Pantja Wibowo menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tetap harus waspada, meski Covid-19 sudah melandai di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius itu.

Namun demikian, kata Pantja, anggaran Covid-19 yang masih tersedia dapat juga digeser guna pemulihan ekonomi, sembari memperhatikan kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19.

“Betul anggaran sudah harus bergeser ke pemulihan ekonomi. Namun tetap memperhatikan kemungkinan kejadian serupa di masa depan,” kata Pantja kepada wartawan, ditulis Jumat 27 Mei 2022.

Maka, Pemkot harus tetap menyiapkan fasilitas dan mekanisme menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit seperti saat pandemi. Artinya pemerintah daerah harus tetap punya kemampuan untuk menghadapi secara lebih baik,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, melandainya angka penularan Covid-19, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah mengingatkan, agar Pemerintah Kota/Kabupaten untuk mulai fokus terhadap pemulihan ekonomi, dengan memaksimalkan anggaran Covid-19 yang ada.

“Kalau bisa anggaran Covid-19 yang ada, untuk penuntasan kemiskinan untuk pemberdayaan, lebih ke pemulihan ekonomi. Pembangunan dan pengadaan sarana prasarana untuk Covid-19, seharusnya sudah tidak lagi menjadi urgensi,” kata Trubus Rahardiansyah kepada wartawan, Selasa 24 Mei 2022.

Pemerintah Kota (Pemkot), harus membuat program-program yang arahnya untuk bagaimana UMKM tumbuh dan berkembang. Jadi intinya bagaimana memdorong menghidupkan sebanyak mungkin UMKM, agar lebih banyak lapangan kerja,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan Trubus Rahardiansyah, Anggota Komisi II dari Fraksi Demokrat-Hanura DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Wawan Syakir menyebut bahwa, anggaran penanganan Covid-19 dapat digeser untuk memulihkan ekonomi masyarakat.

Namun, mekanisme pergeseran ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022.

“Saya pribadi setuju dengan statemen dari Pengamat Kebijakan Publik. Saya sangat setuju. Tapi itu mekanismenya ada di APBD Perubahan,” ujar Wawan Syakir saat dikonfirmasi.

Secara kebijakan, kalau seandainya setelah lebaran tidak ada grafik penularan yang meningkat, itu kita bisa happy paling tidak tiga bulan ke depan. Pergeseran itu bisa jadi masukan yang akan di perjuangkan, untuk pemulihan ekonomi,” tegasnya lagi.

Diketahui, per Agustus 2021, anggaran Covid-19 di Kota Tangsel sebesar Rp93 miliar.***

Sumber: https://zonabanten.pikiran-rakyat.com/banten/pr-234578007/soroti-anggaran-covid-19-psi-sebut-pemkot-tangsel-tetap-harus-waspada?page=2

Leave a Reply

X
X